Minggu, 07 Agustus 2011

Data-Data Untuk Perencanaan Pelabuhan

Perencanaan pelabuhan merupakan pekerjaan yang lumayan jarang ditemui oleh pekerja teknik sipil. Karena pembangunan pelabuhan tidak sebanyak pembangunan perumahana, gedung bertingkat dan jalan. Banyak pihak yang terlibat dalam mendirikan bangunan ini, dan banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membangun sebuah pelabuhan. Pertimbangan tersebut meliputi pertimbangan ekonomi, politik, dan teknis. Selain itu, pembangunan pelabuhan juga membutuhkan biaya yang besar. Sehingga pertimbangan ekonomi menjadi tinjauan awal dalam merencanakan pelabuhan. Study kelayakan terhadap pembangunan suatu pelabuhan sangat perlu dilakukan agar biaya investasi dan operasional dapat tertutupi dalam jangka waktu tertentu. Jika suatu pelabuhan layak untuk dibangun, maka hal kedua adalah mengumpulkan sejumlah informasi untuk memperoleh data - data yang terkait dengan pembangunan pelabuhan.

Adapun data awal yang dibutuhkan adalah data topografi dan data bathymetri. Data topografi berguna untuk mengetahui situasi dan ketinggian tanah untuk keperluan dermaga, sedangkan data bathymetri digunakan untuk mengetahui variasi kedalaman dan rintangan alur pelayaran di sekitar dermaga. Data ini dapat diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan.


Pelabuhan juga merupakan bangunan yang dibangun oleh lulusan teknik sipil khususnya bagian hidroteknik dan bangunan pelabuhan berhubungan dengan air, laut. Untuk itu data-data hidrografi dan oceanografi tentu saja menjadi bagian penting. Data hidrografi dan oceanografi meliputi data pasang surut, data gelombang, data arus, dan data angin. Data ini dapat diperoleh dari instansi pemerintahan seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau badan pencatatan angin yang biasanya terletak sekitar bandar udara daerah tertentu.

Data angin diperlukan untuk merencanakan mulut alur pelayaran, atau tata letak pemecah gelombang. Tujuannya agar kolam pelabuhan dapat terhindar dari sedimentasi. Data gelombang diperlukan untuk mengetahui tinggi gelombang dan titik pecahnya gelombang untuk perencanaan pemecah gelombang. Dan data pasang surut diperlukan untuk menentukan elevasi bangunan-bangunan di pelabuhan agar tidak terendam air pada saat pasang.


Selain data-data diatas, dalam merencankan suatu pelabuhan juga harus dilakukan penyelidikan tanah untuk merencanakan dermaga yang aman dan ekonomis.


Referensi :

Pelabuhan Cetakan ke 7 (2007) oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES. DEA
www.bmg.go.id
http://digilib.its.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar